Penyelenggaraan kegiatan dipusatkan di lingkungan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur sebagai lokasi pelaksanaan agenda internasional dan sidang pleno AFEBI tahun ini. Rangkaian acara diawali dengan 9th International Conference on Economics, Business and Government Challenges (ICEBGC) 2026 serta International Doctoral Colloquium yang diikuti akademisi, peneliti, mahasiswa doktoral, hingga pimpinan perguruan tinggi dari berbagai institusi nasional dan internasional.
Suasana akademik internasional dipadukan dengan kekayaan budaya lokal melalui penampilan Tari Remo dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari UPN “Veteran” Jawa Timur sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya Jawa Timur dalam forum ilmiah berskala global.
Pada sesi pembukaan, Wakil Rektor I UPN “Veteran” Jawa Timur, Prof. Euis Nurul Hidayah, M.T., Ph.D., menegaskan bahwa hilirisasi dan industrialisasi merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan inovasi dan riset yang mampu mendukung transformasi ekonomi berbasis nilai tambah.
Seminar internasional dalam rangkaian kegiatan AFEBI 2026 menghadirkan narasumber dari Indonesia, Australia, Malaysia, dan China yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari transformasi digital, hilirisasi industri, penguatan rantai pasok pangan, hingga kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Diskusi lintas negara tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan untuk mendorong pengembangan kebijakan ekonomi berbasis inovasi dan keberlanjutan.
Agenda hari pertama ditutup dengan coaching clinic bersama Prof. Raditya Sukmana dari Universitas Airlangga yang memberikan pendampingan kepada mahasiswa doktoral dan peneliti muda terkait pengembangan riset dan strategi publikasi ilmiah internasional. Pada malam harinya, peserta mengikuti gala dinner dan networking session bertajuk “Srikandi Nusantara: Women Orchestrating Economic Resilience” yang berlangsung hangat dengan penampilan grup musik asal Surabaya, Klantink.
Memasuki hari kedua, Sidang Pleno XXIII AFEBI secara resmi dibuka oleh Rektor UPN “Veteran” Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, M.MT., IPU. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga harus hadir sebagai pusat solusi melalui penguatan riset, inovasi, dan kolaborasi strategis untuk mendukung hilirisasi industri serta penguatan ekonomi nasional.
Kegiatan hari kedua juga menghadirkan keynote speaker Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., selaku Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Dalam paparannya, beliau menyoroti pentingnya penguatan riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian perguruan tinggi agar mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan industri nasional serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Ketua Dewan Pengurus Nasional AFEBI, Prof. Dr. Aurik Gustomo, S.T., M.T., menekankan pentingnya menjaga semangat kolaborasi antar Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Indonesia.
“Kita harus terus bersemangat menjalankan kolaborasi. Dengan sinergi yang kuat, perjalanan kita dalam meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat akan menjadi lebih efektif dan efisien,” ungkapnya.
Sementara itu, Dekan FEB UPN “Veteran” Jawa Timur, Dr. Dra. Ec. Tri Kartika Pertiwi, M.Si., CRP., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada FEB UPNVJT sebagai lokasi penyelenggaraan AFEBI 2026.
“Merupakan kehormatan bagi kami dapat menjadi bagian dari pelaksanaan AFEBI 2026. Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat jejaring akademik dan menghasilkan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi dan bisnis di Indonesia,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, AFEBI juga menyampaikan rencana peluncuran AFEBI Institute, sebuah platform strategis yang akan menjadi pusat data dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis se-Indonesia. Platform ini dirancang untuk memetakan kepakaran dosen, rekam jejak penelitian, publikasi ilmiah, hingga potensi kerja sama akademik guna mempermudah kolaborasi lintas perguruan tinggi, pengembangan riset bersama, dan penguatan jejaring nasional maupun internasional.
Melalui penyelenggaraan AFEBI 2026 di Surabaya, AFEBI menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi antar perguruan tinggi, mendorong inovasi dan riset berkelanjutan, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi nasional. Forum ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung pencapaian Asta Cita dan Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penguatan pendidikan tinggi, riset, dan kemitraan strategis lintas sektor.
